Viewer

free counters

Rabu, 26 Oktober 2011

Pengertian Mountaineering



Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :

1.Hill Walking. Merupakan perjalanan pendakian bukit-bukit yang landai, tidak mempergunakan peralatan dan teknis pendakian
2.Scrambling. Merupakan pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. tangan hanya digunakan sebagai keseimbangan
3.Climbing. Merupakan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik pendakian. bentuk climbing adalah :
•Rock climbing, yaitu pendakian pada tebing batu
•Snow ice climbing, yaitu merupakan pendakian pada es dan salju
anak gunung:
MENGAPA MENDAKI GUNUNG????  ::) ??? :-X

Bagi orang awam, kegiatan petualangan seperti mendaki gunung selalu mengundang pertanyaan klise “mau apa sih kesana???”. Pertanyaan sederhana tapi sering membuat bingung yang ditanya atau bahkan mengundang rasa kesal. George F. Mallory, seorang pendaki Inggris menjawab pertanyaan tersebut “because it is there”. Mallory bersama rekannya menghilang di everest tahun 1924. Soe hook Gie (Mapala UI) menulis dalam puisi “Aku Cinta Pangarango; karena aku mencintai kebenaran hidup”. Dia tewas tercekik gas beracun di puncak Mahameru tanggal 16 Desember 1969.

Motivasi mendaki gunung memang bermacam-macam. Manusia mempunyai kebutuhan psikologis, kebutuhan akan pengalaman baru, dan kebutuhan untuk diakui oleh manusia lainnya. Rasa ingin tahu adalah yang mendasari dan menjadi jiwa setiap manusia.
IVAN:
tiap ditanya ngapain naik gunung, pasti gak bisa dijelaskan dengan kata2....
ada kepuasan yang tidak bisa didapat dari kegiatan lain...
bukan cuma begitu sampai di puncak tapi dalam proses mencapai puncaknya itu sendiri..
IVAN:
tapi ada beberapa pengertian mountaineering...
klo yang diajarkan waktu di kuliah dulu, mountaineering adalah semacam kegiatan turun tali yang pake cernmantel juga sambil kaki menendang2 tebing/dindin
d_cute:
Mountaineering pasti butuh survival, berikut kebutuhan survival.
dikit aje nih ane kutip tentang survial...


Kebutuhan Survival

Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang survivor (orang yang melakukan survival) yakni :

1. Sikap Mental
- Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
- Akal sehat
- Disiplin dan rencana yang matang
- Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan
- Mengerti survival seperti cara membuat bivoac, cara memperoleh air dan makanan, cara membuat api, cara membuat trap, dsb.
- Pengetahuan orientasi medan
- Cara mengatasi gangguan binatang
- Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
- Latihan membuat trap, dsb.

4. Peralatan
- Kotak survival
- Pisau jungle, dsb.

5. Kemauan
ad_cute:
lagi ye.. ane selipin Acute Mountain Sickness dulu...
Mountain Sickness nya lagi ane ketik dulu...

Acute Mountain Sickness -- penyakit yang terjadi saat pendakian

merupakan representasi atas intoleransi tubuh terhadap Hypoxia. AMS tergantung kepada ketinggian dan kecepatan mendaki.
gejala-gejala AMS :

1) sakit kepala. pada keadaan yang lebih buruk bisa terjadi vertigo dan apathy
2) gangguan tidur
3) rasa lelah - terjadi akibat gangguan tidur
4) nafas yang terengah-engah akibat kurangnya oksigen
5) berkurangnya nafsu makan sehingga timbul anorexia

gejala-gejala ini muncul pada ketinggia 1000 mdpl. kondisi fisik yang bagus tidak terlalu memungkinkan kita tidak bisa terkena ams. pertolongan pertama adalah membawa turun penderita sampai ketinggian dimana gejala2 ams perlahan mulai menghilang dan jangan pernah meninggalkan penderita seorang diri. jika tidak segera ditangani akan muncul komplikasi seperti HAPE (High Altitude Pulmory Edema) dan HACE (High Altiduted Cerebral Edema)...


Apakah Ultralight hiking atau ultralight trekking itu??

Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:

   " Lambat, membosankan
    Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
    Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
    Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
    Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain".

Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya,  sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah..??  Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 - 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.

Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.

Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.

Apakah aman?
Setiap ultralight hiker atau trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada ganransi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya. Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency tehnik dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang seringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.

Lalu, apakah sebenarnya Ultralight hiking atau trekking itu?
Ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkan arti Ultralight ini, tapi dari semua itu pada prinsipnya, ultralight hiking atau trekking itu adalah suatu cara atau tehnik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.

Semoga Bermanfaat buat temen sergap indonesia...

Sumber : http://contents.highcamp.info/index.php?option=com_content&task=category&sectionid=14&id=57&Itemid=96
ANGIN:
Beberapa hal yang mungkin harus diketahui oleh rekan2 semua.
Tidak hanya keselamatan yang dibawa pulang oleh para pendaki, tidak sedikit para pendaki yang harus pulang namanya saja ketika mendaki sebuah gunung. Ada banyak penyebab mengapa kecelakaan di gunung terjadi disamping faktor humam error, faktor alam juga berperan pada suatu kecelakaan di gunung. Beberapa faktor humam error yang menyebabkan kecelakaan terjadi antara lain :

    1.Minimnya pengetahuan si pendaki tentang karakteristik medan yang akan dilaluinya.
    2.Membuka jalur baru tanpa pengetahuan navigasi dan survival yang memadai.
    3.Tersesat di hutan, karena kekurangan makanan dan air.
    4Terjadinya gap dan perbedaan pendapat dalam kelompok pendaki.
    5.Kecerobohan leader dalam penentuan jalur yang akan dilalui

Disamping karena faktor human error kecelakaan di gunung juga disebabkan oleh faktor alam yang antara lain :

Suhu yang tiba-tiba turun drastis dikarenakan perbedaan suhu sekitar gunung menyebabkan turunnya daya tahan pendaki.

    1.Badai gunung
    2.Binatang buas
    3.Kebakaran hutan
    4.Longsornya tebing gunung
    5.Gas beracun

Untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan di gunung ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh si pendaki. Diantaranya adalah :

    1.Pendakian sebaiknya dilakukan oleh minimal 3 orang atau lebih
    2.Membawa peralatan yang lengkap diutamakan peralatan pribadi misalnya jaket,sarungtangan,tutup kepala sepatu dan jas hujan
    3.Kekompakan tim dalam perjalanan sangat vital dan diperlukan agar tercipta suasana saling membantu dan menghargai, sehingga perjalanan akan semakin cepat dan baik
    4.Mempunyai leader atau pemimpin yang berpengalaman baik mental maupun pengetahuan agar dalam keadaan tertentu tidak terjadi perpecahan karena kurangnya wibawaleader
    5.Logistik dan air yang dibawa haruslah cukup minimal untuk sendiri selama dalam perjalanan
    6.Kesehatan pendaki haruslah dalam keadaan baik

    Pengetahuan yang dibutuhkan saat proses pendakian
Dalam pendakian seorang pendaki minimal memiliki pengetahuan yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sebelum menyelamatkan orang lain. Diantara pengetahuan tersebut antara lain :

1.Navigasi Darat
2.Survival
3.Geographiical Positioning System (GPS)
4.Teknik Ukur dan Hitung pada navigasi darat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar